Api Iman 2018

 

Lahir di Jakarta, 09 Juni 1979 anak pertama dari 4 bersaudara (3 laki-laki dan 1 perempuan). Nama panggilan Herry. Masuk Novisiat OSC (Ordo Sancte Cruce) di Pratista Cimahi pada 27 Agustus 1998. Mengucapkan kaul pertama 28 Agustus 2000 dan kaul kekal 28 Agustus 2005 di Pratista Cimahi. Tahbisan Imamat diterima pada 09 Agustus 2008 di Kota Bandar Baru – Sumatera Utara. Pater Herry, OSC pernah menjalani tugas pelayanan di Paroki St. Joseph Kota Tebing Tinggi – Sumatera Utara dan Paroki St. Laurensius Alam Sutera – Tangerang. Sejak Maret 2015 sampai saat ini beliau mendapat tugas sebagai anggota misiprokurator atau fondsenwerving OSC dan tinggal di biara OSC di Sint Agatha provincie Noord-Brabant Nederland.

titel_api-iman

api-imantema-api-iman

Hidup manusia tidak pernah terlepas dari relasi. Sebuah relasi membangun kesatuan yang saling menguatkan, meneguhkan, menjaga, melindungi, dst., sampai pada akhirnya membangun kesehatian satu sama lain. Sejak awal penciptaan Allah menciptakan manusia agar manusia berelasi denganNya. Namun keegoisan manusia ingin menjadi lebih membuat relasi indah yang terjalin menjadi rusak dan terputus. Manusia terlempar keluar dari keakraban yang indah bersama Allah. Tetapi Allah yang Maha kasih itu selalu rindu untuk kembali membangun relasi dengan manusia. Dan pada akhirnya relasi itu kembali dipulihkan oleh Salib Kristus. Kristus menjadi penghubung antara Allah dan manusia. Dalam cinta kasih Allah yang tampak dalam diri Yesus Kristus itulah manusia kembali berelasi dengan Allah dalam kesatuan, kesehatian dan cinta kasih. Yesus yang tersalib menjadi tanda nyata bahwa Allah mengorbankan AnakNya yang terkasih agar Dia bisa kembali berelasi dengan manusia. Pengorbanan yang luar biasa ini didasarkan pada pengampunan dan kasih. Allah mengampuni dan mengasihi manusia. Dalam diri Yesus Yang Tersalib, Allah mencurahkan pengampunan. Itulah bentuk kasih yang agung yang diberikan Allah kepada manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari kita pun menjalin relasi dengan sesama. Seringkali terjadi bahwa relasi yang terbangun tidak selalu indah dan manis. Tidak jarang juga yang terjadi malah kepahitan dan keputusasaan. Namun demikian, sebagai orang Katolik, kita belajar untuk memulihkan kembali relasi yang sudah rusak yang kita alami dalam kehidupan kita. Apakah kita mampu? Marilah kita bersama-sama mengobarkan api iman yang kita miliki, agar kita mampu seperti Kristus yang yang tersalib yang telah memulihkan relasi antara Allah dan kita.

 

Amsterdam_TB-kerk

Gereja Titus Brandsma
Westelijk Halfrond 1
1183 HN  Amstelveen
Penyelenggara:  KKI Amsterdam


Tanggal: Sabtu 13 Oktober 2018
Pukul 10:30 - 16:30

Pendaftaran di masing-masing KKI, paling lambat 30 September 2018.
Biaya €10 p.p. termasuk makan-minum.
Pembayaran melalui rekening nomor NL88 INGB 0007 1840 02 a/n KKI Amsterdam dengan catatan "Pembayaran Api Iman 2018, nama peserta".

Jadwal acara:
10:30  Welkom
11:00  Doa Rosario
11:30  Session 1
12:30  Lunch
13:30  Session 2
             (diskusi kelompok dan sharing)
15:00  Koffe tijd
15:30  Persiapan Misa Kudus
15:45  Misa Kudus
16:30  Sayonara